{"id":351,"date":"2026-02-25T09:40:15","date_gmt":"2026-02-25T09:40:15","guid":{"rendered":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351"},"modified":"2026-02-25T09:40:15","modified_gmt":"2026-02-25T09:40:15","slug":"80-tahun-republik-indonesia-bung-karno-merdeka-atau-mati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351","title":{"rendered":"80 tahun Republik Indonesia:  Bung Karno, MERDEKA  ATAU MATI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Oleh: Laksamana Sukardi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Pada waktu perjuangan kemerdekaan, \u2018Merdeka atau Mati\u2019 merupakan slogan yang menggema di seluruh Nusantara, generasi muda Indonesia bersatu dalam tekad menukar kemerdekaan dengan kematian, demi masa depan yang adil dan sejahtera.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Kini 80 tahun umur republik. Walaupun lintasan zaman telah dilalui dan generasi telah berganti, tetapi elan perjuangan masih tetap sama, yaitu generasi muda pada setiap zamannya mendambakan \u201cmasa depan\u201d yang berkeadilan dan kesejahteraan yang merata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Namun ada perbedaan mendasar, antara zaman kemerdekaan dan sekarang, yaitu sesuai dengan terawangan Bung Karno kepada generasi muda saat itu: \u201czaman kalian akan lebih sulit, karena kalian akan menghadapi bangsa sendiri bukan penjajah!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Bung Karno benar, Gerakan Reformasi tahun 1998 merupakan sebuah wujud perjuangan generasi muda melawan bangsa sendiri dengan tujuan memerdekakan diri menuju demokrasi, keadilan dan kesejahteraan. Slogan \u2018merdeka atau mati\u2019 dalam gerakan reformasi ternyata masih relevan yaitu \u2018reformasi (baca merdeka) atau mati\u2019<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Sangat disayangkan saat ini sebagian besar generasi muda zaman \u2018now\u2019 masih harus menghadapi kecemasan dan kesulitan mendapatkan pekerjaan untuk menjamin<br>kehidupan yang layak. Namun mereka memiliki pilihan untuk hidup lebih baik diluar negeri yang menyediakan kesempatan kerja yang lebih menjamin kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Sehingga dalam mengekspresikan perjuangan antara hidup dan mati generasi muda sekarang menggunakan sosial media dan internet dengan tagar #kaburajadulu yang semakin hari semakin trending.<br>Tagar tersebut dapat diartikan juga sebagai \u2018Merdeka tanpa harus Mati\u2019<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Pemandangan di Kejaksaan Agung akhir akhir ini, yang gamblang memamerkan uang hasil korupsi ribuan trilyun (kuadriliun) rupiah menambah asa mereka semakin pupus. Kenapa mega korupsi masih terjadi disemua lini kehidupan berbangsa dan bernegara, sedangkan lapangan kerja semakin langka.<br>Tidak hanya generasi muda yang menjadi putus asa, para calon investor pun berdiri bulu kuduknya menyaksikan pameran uang hasil korupsi tersebut dengan pertanyaan; \u201ckenapa gajah dalam ruangan sulit nampak?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Bonus demografi dan kemajuan teknologi akan menjadi ancaman besar jika tidak dipersiapkan dengan baik. Jenis keahlian yang harus dimiliki angkatan kerja telah berubah drastis, karena kegiatan industri akan menggunakan robot (internet of thing\/IOT) dan Artificial Intelligent (AI) yang tidak membutuhkan manusia. Dengan demikian, jika tidak dipersiapkan maka pengangguran akan semakin tinggi dan jurang kaya dan miskin semakin lebar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Perlu disadari bersama, penyebab timbulnya kesenjangan ekonomi dan ketidak-adilan sosial, ternyata berasal dari sistim pembagian rente ekonomi hasil sumber daya alam, yang tidak adil.<br>Porsi rente ekonomi tersebut lebih banyak dinikmati oleh pengusaha dan penguasa.<br>Bahkan keduanya telah ber-fusi menjadi satu yaitu, pengusaha menjadi penguasa dan sebaliknya penguasa menjadi pengusaha, akibatnya generasi muda menjadi putus asa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Fusi tersebut telah membangun sebuah kelompok elit yang kuat dan mempengaruhi kebijakan ekonomi dibidang pengelolaan sumber kekayaan alam. Yang akhirnya menambah besar ketimpangan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Orang kaya baru di Indonesia berasal dari usaha konsesi sumber daya alam sedangkan di negara negara maju berasal dari daya sumber manusia, contohnya; chatGPT, Microsoft, Google, Apple dll yang tidak mengandalkan kekayaan alam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Kesenjangan ekonomi di Indonesia diperkuat oleh data Oxfam &amp; Credit Suisse; 1% teratas penduduk Indonesia menguasai sekitar 49% total kekayaan di negara ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Hasil Research Jeffrey Winter (Northwestern University) memperkirakan bahwa kurang dari 0,1% penduduk secara efektif mengendalikan kebijakan yang membentuk arah perekonomian Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Selain itu, Indonesia termasuk salah satu negara dalam kelompok G20 dengan tingkat ketimpangan kekayaan paling tinggi \u2014 kelompok elit yang sangat kecil menguasai porsi besar perekonomian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Akibatnya jurang ketimpangan ekonomi semakin melebar dan banyak anak muda zaman now mengalami dilema yaitu berdiam diri hidup sulit atau melakukan protest menyalurkan keluhan melalui sistim demokrasi yang dirasakan tidak efektif. Kondisi seperti ini telah jauh hari dipikirkan oleh Bung Karno dengan petuahnya yang terkenal, yaitu; \u201cTugas kalian akan lebih sulit, karena harus melawan bangsa sendiri!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Sementara itu digitalisasi informasi melalui internet dan sosial-media telah merubah dunia menjadi satu kesatuan ekonomi yang serba terbuka dan membuat perbatasan negara menjadi batas imajiner.<br>Akses terhadap informasi menjadi mudah, sehingga upaya untuk mewujudkan mimpi membangun kesejahteraan keluarga dapat terwujud dengan melintasi batas imajiner tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Oleh karena itu, generasi muda lebih memilih untuk melintasi batas tanpa harus mengambil resiko melawan bangsa sendiri. Mereka memilih mengunduh mimpi melangkahi batas imajiner demi membangun kesejahteraan yang tidak dihadirkan oleh negara. Maka lahirlah #kaburajadulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Seperti dalam sejarah negara negara didunia, fenomena #kaburajadulu pada umumnya terjadi akibat perang saudara, ketimpangan sosial, kekejaman pemimpin diktator, buntunya kesempatan kerja, korupsi yang merajalela tanpa impunitas.<br>Oleh karena itu maka terjadi eksodus besar-besaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Sangat ironis, Indonesia yang telah 80 tahun merdeka, memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan sistim demokrasi yang telah di reformasi pada tahun 1998 ternyata tagar #kaburajaduluq telah menjadi semakin populer dikalangan generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Dengan menyadari tujuan hakiki dari sebuah kemerdekaan bagi umat manusia, yaitu menggapai mimpi kesejahteraan dan keadilan sosial maka slogan \u2018Merdeka atau Mati\u2019 masih relevan dan tidak lekang oleh zaman. Namun yang berubah adalah definisi \u2018habitat\u2019 manusia yang tidak lagi dinamakan sebagai \u2018sebuah negara\u2019 akan tetapi menjadi \u2018habitat universal\u2019 sebagai tempat hidup manusia yang dapat membuat mimpi menjadi kenyataan, sekaligus menghindari kematian yang sia-sia dan mubazir.<br>Kenyataan ini terbukti dengan telah terjadinya perubahan demografi secara besar besaran dinegara negara maju. Bahkan \u2018Muhammad\u2019 telah menjadi nama bayi laki laki terpopuler di Inggris Raya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Oleh karena itu di Indonesia, semboyan \u2018Merdeka atau Mati\u2019 pada generasi muda saat ini, telah bermetamorfosis menjadi \u2018Kabur Aja Dulu\u2019.<br>Semangatnya sama hanya zaman yang berbeda.<br>Kita mengharapkan suatu waktu dimasa depan, dalam merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, tagar yang populer adalah #pulangkampung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\" style=\"text-transform:none\">Selamat HUT Kemerdekaan RI ke 80. \u201cMERDEKA TANPA HARUS MATI\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Laksamana Sukardi Pada waktu perjuangan kemerdekaan, \u2018Merdeka atau Mati\u2019 merupakan slogan yang menggema di seluruh Nusantara, generasi muda Indonesia bersatu dalam tekad menukar kemerdekaan dengan kematian, demi masa depan yang adil dan sejahtera. Kini 80 tahun umur republik. Walaupun lintasan zaman telah dilalui dan generasi telah berganti, tetapi elan perjuangan masih tetap sama, yaitu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_uag_custom_page_level_css":"","wpupg_custom_link":[],"wpupg_custom_link_behaviour":[],"wpupg_custom_link_nofollow":[],"wpupg_custom_image":[],"wpupg_custom_image_id":[],"footnotes":""},"categories":[5,10],"tags":[],"class_list":["post-351","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opinion","category-politics"],"blocksy_meta":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI - Libertas Scriptorium<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI - Libertas Scriptorium\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Laksamana Sukardi Pada waktu perjuangan kemerdekaan, \u2018Merdeka atau Mati\u2019 merupakan slogan yang menggema di seluruh Nusantara, generasi muda Indonesia bersatu dalam tekad menukar kemerdekaan dengan kematian, demi masa depan yang adil dan sejahtera. Kini 80 tahun umur republik. Walaupun lintasan zaman telah dilalui dan generasi telah berganti, tetapi elan perjuangan masih tetap sama, yaitu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Libertas Scriptorium\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-25T09:40:15+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"author ls\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"author ls\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351\"},\"author\":{\"name\":\"author ls\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/person\/303cc893f2046555c10888f5824a7303\"},\"headline\":\"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI\",\"datePublished\":\"2026-02-25T09:40:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351\"},\"wordCount\":874,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Opinion\",\"Politics\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351\",\"url\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351\",\"name\":\"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI - Libertas Scriptorium\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-02-25T09:40:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/\",\"name\":\"Libertas Scriptorium\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#organization\",\"name\":\"Libertas Scriptorium\",\"url\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ls1-bg-clear.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ls1-bg-clear.png\",\"width\":1080,\"height\":1080,\"caption\":\"Libertas Scriptorium\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/person\/303cc893f2046555c10888f5824a7303\",\"name\":\"author ls\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6606b73d15218b2ce948d0d80fbb88f77a8382d241f9081469d7a2516fd98ddd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6606b73d15218b2ce948d0d80fbb88f77a8382d241f9081469d7a2516fd98ddd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"author ls\"},\"url\":\"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI - Libertas Scriptorium","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI - Libertas Scriptorium","og_description":"Oleh: Laksamana Sukardi Pada waktu perjuangan kemerdekaan, \u2018Merdeka atau Mati\u2019 merupakan slogan yang menggema di seluruh Nusantara, generasi muda Indonesia bersatu dalam tekad menukar kemerdekaan dengan kematian, demi masa depan yang adil dan sejahtera. Kini 80 tahun umur republik. Walaupun lintasan zaman telah dilalui dan generasi telah berganti, tetapi elan perjuangan masih tetap sama, yaitu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351","og_site_name":"Libertas Scriptorium","article_published_time":"2026-02-25T09:40:15+00:00","author":"author ls","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"author ls","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351"},"author":{"name":"author ls","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/person\/303cc893f2046555c10888f5824a7303"},"headline":"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI","datePublished":"2026-02-25T09:40:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351"},"wordCount":874,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#organization"},"articleSection":["Opinion","Politics"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351","url":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351","name":"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI - Libertas Scriptorium","isPartOf":{"@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#website"},"datePublished":"2026-02-25T09:40:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?p=351#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"80 tahun Republik Indonesia: Bung Karno, MERDEKA ATAU MATI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#website","url":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/","name":"Libertas Scriptorium","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#organization","name":"Libertas Scriptorium","url":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ls1-bg-clear.png","contentUrl":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/ls1-bg-clear.png","width":1080,"height":1080,"caption":"Libertas Scriptorium"},"image":{"@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/person\/303cc893f2046555c10888f5824a7303","name":"author ls","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6606b73d15218b2ce948d0d80fbb88f77a8382d241f9081469d7a2516fd98ddd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6606b73d15218b2ce948d0d80fbb88f77a8382d241f9081469d7a2516fd98ddd?s=96&d=mm&r=g","caption":"author ls"},"url":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?author=3"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"author ls","author_link":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/?author=3"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Oleh: Laksamana Sukardi Pada waktu perjuangan kemerdekaan, \u2018Merdeka atau Mati\u2019 merupakan slogan yang menggema di seluruh Nusantara, generasi muda Indonesia bersatu dalam tekad menukar kemerdekaan dengan kematian, demi masa depan yang adil dan sejahtera. Kini 80 tahun umur republik. Walaupun lintasan zaman telah dilalui dan generasi telah berganti, tetapi elan perjuangan masih tetap sama, yaitu&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=351"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":353,"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/351\/revisions\/353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/libertasscriptorium.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}